an unknown world of complication

the mind is the most complicated organ yet it is the sexiest one...use it, use it wisely.

(Source: frickthisshiz)

(Source: littlecoldcorpse)

(Source: pacemamore)

Hari Jadi yang Ketiga

Oleh: Yani “Aya” Suhastra (@BebsAya)

Mereka bilang aku sudah gila. Mereka bilang aku tidak waras. Padahal aku merasa biasa saja.

Setiap hari aku menjalani hidupku biasa saja. Dengan terus mencintaimu. Dengan terus menggilai segala tentangmu. Memujamu semampuku. Itu saja. Lalu apa yang gila dengan itu?

Setiap pagi aku menyapamu. Lalu kita berbincang asik sambil menikmati secangkir kopi dan sarapan. Kita tertawa bersama. Kadang kita bertengkar karena selisih pendapat pada suatu hal. Tapi toh kita tidak pernah bermusuhan. Setiap malam pun kita berdekapan. Dalam dingin atau hangatnya malam. Saling bercerita perjalanan seharian. Sampai kau biarkan aku terlelap tanpa sadar. Lalu terbangun lagi di pagi harinya dan mengulang ritual kita yang sama.

Yang kuingat dari hariku hanya pagi dan malam, saat aku membagi hariku bersamamu. Sisanya tidak penting. Tidak aku kamu disana. Sisanya hanya kegilaan-kegilaan sehari-hari yang membuatku tidak waras. Kemacetan ibukota, kesibukan dan beban kerja. Tidak istimewa.

Ya… aku memang mencintaimu di atas segala yang lain. Denganmu, semua menjadi penting. Tanpamu, semua tidak penting. Sesederhana itu.

Hari ini peringatan hari jadi kita ke 3 tahun. Aku menyiapkan sesuatu yang istimewa. Sarapan istimewa untuk kita. Semua yang kita nikmati bersama pagi ini akan terasa berbeda. Aku menyiapkan sendiri secangkir kopi espresso dan sepiring roti bakar coklat kesukaanmu. Menu biasa, tapi tampilannya tentu berbeda. Cangkir kopi itu bertuliskan namamu. Cangkir hadiah ulang tahunmu sebulan sebelumnya. Dariku. Di atas meja pun kuletakkan sebuah bunga mawar putih, kesukaanmu juga.

“Selamat hari jadi, sayang…” ucapku sambil tersenyum pagi itu. Tentu saja sebelum itu pun kau sudah tersenyum penuh cinta padaku.

Sebuah surat kabar usang tergeletak di ujung meja dan mengusik perhatianku. Seingatku sebelumnya tidak ada di sana. Aku yang menyiapkan meja pagi itu. Dan benda usang itu tidak disana sebelumnya.

Judul headline surat kabar itu pun terbaca olehku: “KECELAKAAN MAUT MEREBUT 9 NYAWA”. Entah apa yang merasukiku, aku pun malah mulai membaca berita di surat kabar usang itu. Kejadian kecelakaan maut itu rupanya terjadi sudah lama, sekitar sebulan lalu. Ya, tentu saja…ini pun surat kabar yang sudah usang. Warnanya saja sudah kecoklatan.

Ada 9 nama korban tertulis di sana. Dan nyaris saja aku terhempas dari kursiku, ketika sepasang mataku berhenti pada sebuah nama. Itu namamu. Air mataku pun tetiba terjun bebas. Banjir sudah kedua pipiku.

Saat yang sama, pintuku diketuk. Seorang perempuan berpakaian serba putih masuk ke kamarku.

“Selamat pagi. Ayo, kita jalan-jalan dulu, yuk,” ajaknya sambil perlahan menuntunku keluar ruangan.

Aku menyeka pipiku yang basah, lalu tersenyum kearahmu.

“Nanti kita bertemu lagi ya, sayang…”

Kau pun hanya tersenyum. Dari balik bingkai foto kayu yang tertempel di tembok kamar itu.

[Jakarta, 22 Maret 2012]

*terinspirasi dari:

@sajak_cinta: Aku ingin mencintaimu dengan gila-gilaan. Hingga kewarasan tak ada arti tanpamu. ~ @AyaSuhastra (now @BebsAya)

* seperti juga di muat di Kreanesia

(Source: jolieing)

bohemea:

Kate Winslet

bohemea:

Kate Winslet

[Flash 9 is required to listen to audio.]

benlaksana:

Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.

Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.

Tapi, aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal, dan lucu.

Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mendalawangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.

Ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra.

Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.

Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.

Mari sini, sayangku.

Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.

Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung.

Kita tak pernah menanamkan apa-apa, kita takkan pernah kehilangan apa-apa.

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan.

Yang kedua dilahirkan tapi mati muda.

Dan yang tersial adalah berumur tua.

Berbahagialah mereka yang mati muda.

Makhluk kecil kembalilah dari tiada ke tiada.

Berbahagialah dalam ketiadaanmu.

- Soe Hok Gie

(via rasakata)

1 month ago - 230

(via zarryhendrik)

Jika masih masa lalu yang menahan langkahmu, mengapa kau tidak hidup dengan
kepala yang terpelintir ke belakang?

(via zarryhendrik)

Gerimis

Resah…

Pada bumi yang basah, ingin pun menyerah

Sepasang kaki melangkah berat tak berarah

Ini hanya gerimis, manis…

Mengapa kau tambahkan dengan tangis?

Lambat…

Langkah kita melambat dan terhambat

Ada kepungan asap masa lalu yang masih menjerat

Jaring kenangan yang masih kuat

Ini hanya gerimis, manis…

Andai kau ingat

Kita pernah mengecap manis

Dan mencuri-curi kecupan hangat

Ini bukan badai, sayang…

Maka lupakan dan lebur saja dalam pelukan…

Badai pun datang bukan untuk tinggal

Ini masih cinta…

Kenapa masih juga tak percaya?

- @BebsAya

 *katanya terinspirasi dari Gerimis - Kla Project…entahlah. yang jelas, tiap gerimis…aku rindu berdansa denganmu dibawahnya

(Source: wp.me)