an unknown world of complication

the mind is the most complicated organ yet it is the sexiest one...use it, use it wisely.

Thought via Path

Nonton animasi Upin Ipin dan animasi indo di tv satunya, kerasa banget perbedaannya.

Yang Malaysia punya sarat dengan budaya, pesan moral untuk anak-anak dan branding kokoh produk2 Malaysia. Yang satu cuma guyonan yang ga jelas, gak baik buat tontonan anak-anak pula.

Secara hasil animasi sebetulnya cukup layak. Tapi yang indo punya ini gak banget lah. Gak punya cerita yang bagus dan gaya penuturan yang juga gak baik.

Sebetulnya kita harus bisa meniru yang baik dari Upin Ipin. Saya aja suka banget sampe ngakak nontonnya. Disamping seringkali terharu melihat 2 bocah kecil ini ketika pesan2 moral disisipkan dalam ceritanya. Belum lagi berdecak kagum karena pencitraan branding Malaysia yang kental dengan mengangkat merk2 lokal mereka baik dalam cerita atau latarnya. Sebagai marketer, saya lihat ini hal yang baik sekali.

Ah…kapan sih negeri kita bisa produksi tontonan yang membanggakan? – Read on Path.

http://banyupadmatangi.tumblr.com/post/92511511824/aquarius-itu-unpredictable-katanya-ada-benarnya

banyupadmatangi:

Aquarius itu unpredictable katanya, ada benarnya mungkin karena unsurnya angin, tapi kalau sampe bilang sayang pada seseorang, memang sungguh-sungguh sayang. Lepas dari apapun bentuk sayangnya. Ngga akan terbuka pada orang lain sampai yakin berhadapan dengan yang bisa dipercaya, dan kalau ternyata…

Thought via Path

Think i will love Muay Thai. Though i bet my body will be sore in the morning.

But damnit!! The sensation of hitting the sacks with your punch imagining it was the face of your ex’s. Priceless!! :))

This is different than yoga. In yoga, i found peace when my body is calm but my mind is chaotic.

But in muay thai, i found tranquilizer for the mind to just shut up and let the body take control of emotions.

Definitely what i need now. – Read on Path.

Thought via Path

Dalam hidup kita kadang mengambil jalan yang di kemudian hari ternyata kurang tepat.
tapi ya kita mana tahu kalau itu akan jadi kurang tepat kemudian. Kan gak bisa liat masa depan.

Maka…kadang saya begitu ingin jadi time traveler. Bolak balik di lintasan waktu. Memperbaiki yang kurang tepat dimasa lalu agar dimasa kini setidaknya bisa berkata “ok lah” bukan “kok gitu ya?”

Dan ke masa depan untuk melihat hasil perbaikan yang kurang tepat tadi menjadi “bolehlah” bukan jadi “kok masih gitu”

Ah…pusing emang. Paling bener itu ya bunuh saja waktu. Karena ia memang keparat paling bangsat yang mengejar kita selamanya. – Read on Path.

Melemah

Saya gak kuat lagi….ini terlalu sakit untuk terus dijalani.

Saya gak kuat lagi…

Last year…wandering at the airport on midnite. Catching a flight to Helsinki via Hongkong.

The summer of my life. The best 14 days of it. 

I was happy…so happy like nothing can break me. I was happy….so happy like i can ever be.

How cruel is time? For moving too fast and left me with thinking i can never get this kind of summer back.

How cruel is time…when you are happy. – View on Path.

Thought via Path

Bus akap sebetulnya semacam dunia. Manusia segala rupa dan gaya ada disana. Dari abang-abang kelas bawah yang bau badan karena sudah duduk diperjalanan lebih dari 4 jam sampai karyawan kantor pinggiran kota.

Sore itu saya duduk di sebelah ibu muda dengan bayi berusia bulanan yang masih menyusui. Lucu. Hidungnya mancung. Cantik sekali.

"Rewel ini…kelamaan di jalan. Tadi dari jam 2", katanya tetiba kepada saya.
Saya tersenyum, melirik bayinya yang seperti kegerahan dan haus.
Tak lama ibu muda itu menyibak kemejanya. Memberi susu ibu pada si bayi lucu.

Seketika itu sebagian jiwa saya rapuh. Meruntuh. Luluh.

Orang akan bilang saya gila, tidak waras atau apapun terserah mereka. Tapi toh saya yang punya rasa, bukan mereka.

Pemandangan seperti itu mungkin tidak akan pernah terjadi pada saya. Setidakny tidak ketika saya muda seperti sekarang. Dan jelas tidak ketika saya tua juga.

Beberapa orang sudah merasa sebelum mereka berada disana. Mungkin seperti saya. Banyak yang tidak mengerti. Biar saja.

Saya tetiba terganggu oleh seorang laki-laki yang lewat di lorong dan menyenggol bahu.
“Eh…pindah tuh. Kasian ada bayinya”, kata si brengsek itu.

Lah!! Kenapa dia yang ribut??
Pertama saya mau duduk pun saya bilang sama si ibu muda. Dia tak keberatan. Kenapa dia yang ribut?

"Mbaknya keberatan?", tanya saya ke si ibu muda.
“Gak apa”, jawabnya sambil senyum.

Jujur…saya malas pindah ke belakang meski ada yang kosong. Selain sebelahnya abang-abang, juga jauh ke belakang. Toh si ibu muda tak keberatan. Bayinya juga gak mungkin ditaruh di kursi kan? Karena akan jatuh kalo bus tetiba ngerem dadakan.

Maka saya tetap duduk disana. Di sebelah si ibu muda dengan bayi berhidung mancung yang telah lelap tidur.

Ah nak….aku sepertinya tak akan pernah seberuntung ibumu.

*catatansoredibusakap* – Read on Path.

Thought via Path

Tapi

aku bawakan bunga padamu
tapi kau bilang masih
aku bawakan resahku padamu
tapi kau bilang hanya
aku bawakan darahku padamu
tapi kau bilang cuma
aku bawakan mimpiku padamu
tapi kau bilang meski
aku bawakan dukaku padamu
tapi kau bilang tapi
aku bawakan mayatku padamu
tapi kau bilang hampir
aku bawakan arwahku padamu
tapi kau bilang kalau
tanpa apa aku datang padamu
wah!

Sutardji Calzoum Bachri - 1976

*pusinya keren, nyeleneh…saya si penyair rada korslet….seperti saya pun* – Read on Path.

Setahun lalu…sibuk tuker euro buru-buru sebelum jadi 14ribu. 

I was so happy then. So happy….
I miss me that was so happy.

How can you not be? When you finally land to the other side of the world that you have been dreaming about your whole life? – View on Path.

Death

I have been thinking about death lately.
Being unfunction in the world makes death a much better option.
This mind is killing me. I need a way out.
I’m so tired of fighting all the time. I want to stop all of this madness for once.

Ow…death…come kiss me now.